Sabtu, 05 September 2020

Kisah Nabi Nuh serupa dengan Matsya Purana

Dibawah ini adalah kisah yang dituturkan dalam Matsya Purana.

Diceritakan, pada zaman Satyayuga, ketika bumi dilanda bencana banjir bandang. Sebelum bencana itu terjadi, Wisnu, dewa pemelihara alam semesta turun ke bumi untuk memberi kan sebuah peringatan kepada Waiwaswata Manu, pemimpin umat manusia pada kala itu. Wisnu pun turun ke bumi dalam wujud seekor ikan.

Pada saat Waiwaswata Manu membasuh muka di sebuah sungai, munculah satu ikan kecil dan meminta perlindungan sang raja. Sang raja pun menempatkan ikan tersebut kedalam sebuah tempat air. Namun dalam waktu yang sangat singkat, badan ikan tersebut bertambah besar dan memenuhi tempat air yang telah disediakan oleh sang raja. Akhirnya sang raja memindahkan ikan tersebut ke dalam tempat air yang lebih besar lagi. Tetapi hal yang sama terjadi lagi, maka sang raja segera memindahkan ikan tersebut ke sebuah kolam. Di kolam tersebut, badan sang ikan malah kian bertambah besar, dan memenuhi daya tampung kolam. Akhirnya sang raja pun memindahkan ikan tersebut ke sungai Gangga, hingga akhirnya di pindah ke samudra. Di samudra, badan ikan tersebut semakin membesar. Sang raja terkesima, lalu segera menyadari bahwa ikan tersebut tiada lain merupakan Wisnu sendiri yang turun menjelma di bumi. Dan akhirnya, ikan tersebut menampakkan wujud aslinya, yaitu Wisnu.


Baca Juga: Sudut pandang lain tentang Epos Mahabharata


Wisnu pun memberitahu Waiwaswata Manu bahwa bencana air bah atau banjir bandang yang akan melanda bumi. Maka dari itu, Wisnu memberikan sebuah bahtera yang dibuat oleh para dewa kepada sang raja (versi yang umum disebutkan bahwa Wisnu memerintahkan sang raja untuk membuat bahtera atau perahu besar). Setelah bahtera disiapkan, sang raja juga membawa makhluk hidup berpasang pasangan ke dalam bahtera tersebut untuk diselamatkan. Akhirnya pada hari yang ditakdirkan pun tiba, bencana air bah melanda menyelimuti bumi. Bencana tersebut berjalan dengan fase  bencana kekeringan, lalu mendung, hingga turunlah hujan yang sangat lebat dan dengan cepatnya membanjiri bumi. Dalam situasi tersebut, Wisnu menjelma sebagai seekor ikan raksasa bertanduk. Sang raja mengikat bahteranya ke tanduk ikan tersebut. Dan yang ia gunakan sebagai tali adalah seekor naga. Ikan sang penjelmaan Wisnu menuntun bahtera sang raja dalam mengarungi badai. Akhirnya, sang raja beserta segala makhluk yang berada dalam bahtera selamat dari bencana air bah. Setelah air bah yang telah melanda bumi surut, sang raja dan makhluk hidup lainnya menempati bumi kembali.


Dari ciri ciri kisah tersebut yang membedakan Matsya Purana dengan Kisah Nabi Nuh as. hanyalah dari bungkus agama dari masing masing penutur. Dari peringatan banjir, pembuatan bahtera, membawa makhluk hidup, dan akhirnya melanjutkan peradaban manusia kisahnya serupa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Babad Tanah Jawi Gubahan L. VAN RIJCKEVORSEL 1925

Babad Tanah Jawi naskah yang mempunyai banyak versi. Kali ini bisa berbagi dengan salah satu naskah Babad Tanah Jawi   Gubahan  L. VAN RIJCK...