Rabu, 02 September 2020

Jejak Leluhur Shri Ranggah Rajasa

Shri Ranggah Rajasa Girinathaputra seorang Raja kerajaan Tumapel yang kemudian berganti nama menjadi kerajaan Singhasari, menyimpan sebuah misteri tentang asal usulnya. Banyak yang beranggapan bahwa beliau berasal dari bukan siapa siapa lalu naik daun hingga menjadi seorang Raja besar. Dalam naskah Negarakrtagama beliau dikisahkan tidak mempunyai ibu, sedangkan dalam naskah Pararaton mengatakan bahwa pendiri kerajaan Tumapel berasal dari Dewa Brahma "membuahi" Ken Endhog.

Sejarah memanglah unik, jadi tidak bisa mengambil hanya dari sudut pandang saja untuk menarik sebuah kesimpulan.

Mencoba mengurai dulu dari hal ihwal kondisi di jaman sebelum itu, di jaman Raja Kadhiri Shri Kameswara yang dikenal karena ditokohkan dalam kisah Panji yang beristri Sasi Kirana seorang putri Janggala. Perlu diketahui bahwa kerajaan Kadhiri (Panjalu) punya kisah perseteruan panjang dengan kerajaan Janggala dimulai dari awal berdirinya kedua kerajaan tersebut dari hasil pecahnya kerajaan Kahuripan (Airlangga). Pernikahan Shri Kameswara dengan putri Janggala membawa angin segar dalam kondisi politik saat itu, namun ada kejanggalan karena setelah Shri Kameswara turun tahta "seharusnya" yang mewarisi adalah anaknya. Namun yang naik tahta dikemudian hari adalah adiknya yang bergelar Srngga atau Kertajaya. Berdasar dari berita dan catatan sampai sekarang, ada di satu prasasti setelah Kertajaya naik tahta yaitu prasasti kamulan yang berangka tahun 1194M. Memberitakan tentang Kertajaya yang tersingkir dari istana Kadhiri akibat serbuan musuh dari timur, dan memberikan hak istimewa kepada para Samya Haji katandan sakapat lewat perantara Geng Adeg yang telah setia membantu raja untuk kembali ke istana Kadhiri. Katandan sakapat (Kalangbret).

Disini mulai menarik, Rajasa dinamakan Girinathaputra yang berarti putra dari Girinatha, nah masih belum ada keterangan siapakah Girinatha tersebut. 

Ada kutipan sedikit dari teks Mula Malurung lempeng IIIA. Yang dikeluarkan oleh Prabu Wisnuwardhana Raja Tumapel / Singhasari ketiga yang berbunyi.

muwaą ri kāla kapratiśőa nira yuyut=ira. űkāne saŋ hyaŋ dharmma ri kalaŋ
bret.

Kurang lebih yang diartikan dengan "juga ketika pendirian bangunan suci untuk "KAKEK BUYUT" sang prabu yang didharmakan atau di candikan di KALANGBRET. 
Di lempeng ini memberi informasi bahwa di daerah Kalangbret ada pendharmaan kerabat kerajaan yaitu kakek nya Wisnuwardhana ayahnya Rajasa.

Mari kembali ke awal artikel diatas yang menyebutkan naskah Pararaton menuturkan bahwa dewa Brahma yang membuahi Ken Endhog.

Dalam konsep strata sosial di jaman itu Raja atau bangsawan dianggap sebagai inkarnasi dari Dewa yang turun dan memerintah di bumi. Contoh saja para Raja di arcakan di candinya sebagai Siwa atau sebagai Wisnu dan ada pula yang di arcakan sebagai Buddha.

Untuk Ken Endhog sendiri juga belum tentu dari kalangan rakyat biasa, dilihat dari gelar "Ken" sudah istimewa.


Dari awal naskah Pararaton sebetulnya sudah memberikan petunjuk mengenai bapak dari Ken Angrok, seorang janda dari jiput (ini adalah nenek Ken Angrok) mempunyai seorang anak yang diminta dikorbankan untuk dewa penjaga pintu lalu reinkarnasi dilereng timur gunung kawi, ini maksud diluar bungkus mistisnya adalah bapaknya Ken Arok ini pindah ke lereng timur gunung kawi dan bergelar Dewa Brahma disana.

Apakah ada hubungannya leluhur Rajasa dengan wangsa Isana (Panjalu Janggala)? Sangat besar kemungkinannya bahwa leluhur Rajasa tersambung dengan wangsa Isana, diperkuat dengan berita dari Prasasti Wurare yang mengisahkan tentang Arya Bharada yang memisahkan dua kerajaan antara Panjalu dan Janggala supaya tidak terjadi perang saudara sehingga menjadikan keduanya menjadi lebih kuat. Secara logika, untuk apa kerajaan besar di jaman keemasan Singhasari dibawah pimpinan Kertanegara membuat tanda prasasti kerajaan untuk memberikan penghormatan kepada Arya Bharada bagi kerajaan Panjalu dan Janggala.
http://prawasawekti.blogspot.com







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Babad Tanah Jawi Gubahan L. VAN RIJCKEVORSEL 1925

Babad Tanah Jawi naskah yang mempunyai banyak versi. Kali ini bisa berbagi dengan salah satu naskah Babad Tanah Jawi   Gubahan  L. VAN RIJCK...