Senin, 31 Agustus 2020

Ken Arok (Angrok) fiksi?

Dulu di bumi Nusantara ada Kerajaan yang terkenal bernama Tumapel dan berakhir dengan nama yang lebih dikenal di masa sekarang yakni Kerajaan Singhasari. 

Sejarah Kerajaan yang satu ini masih menjadi misteri, karena tidak banyak data yang bercerita tentangnya. Contoh saja pendiri dari Kerajaan ini yang bernama SangHyang Girinathaputra yang kemudian bergelar Shri Ranggah Rajasa. Siapakah beliau? Apa betul nama kecilnya (sebelum menjadi Raja) adalah Ken Arok? Nama Ken Arok hanya dijumpai dalam kitab Pararaton yang bertahun 1613M atau dijaman Mataram Islam. Sedangkan Ken Arok wafat ditulis tahun 1247M. Kalau berita dari Negarakrtagama jaman Shri Rajasa adalah di tahun 1182-1227M. 

Di perhatikan dari nama sebutan "Ken" ini sudah spesial, karena tidak terdapat didalam prasasti apapun, nama "Ken" bisa ditemukan dalam naskah Lontar Calon Arang. banyak disebut seperti Ken Apatih, Ken Kanuruhan, Jadi seolah olah sebutan "Ken" ini adalah sebutan untuk "Rakryan" untuk menyebut seseorang sebelum gelar, Rakryan Apatih, Rakryan Kanuruhan, Rakryan I Hino, dll. Bisa jadi sebutan Rakryan menjadi Ken karena dialek, contoh Jayeswari dari Jaya Iswari atau sebutan "Bhre" dari "Bhra I". Kalau Ken adalah sebutan kehormatan, apakah Ken Arok bangsawan karena gelar Rakryan. Jika bangsawan, keturunan siapakah beliau? Kalau dari polemik dijaman itu berpusat di Kerajaan Kadhiri yang dipimpin oleh Raja Sarmeswara Trikramawataranindita Srngga Lancana Dikwijayotunggadewa atau  sebagai Kertajaya , dalam Pararaton disebut dengan Dandang Gendhis. Kalau dari sejarah Kadhiri berseteru dengan Kerajaan Janggala sejak pecahnya Kerajaan Kahuripan. Uniknya perseteruan dua kerajaan ini diabadikan oleh Kerajaan Singhasari di prasasti wurare "estasmaj janggalety esa, pamjaluwisaya smrta" kuatlah Janggala, sebagaimana Panjalu. Secara logika pasti ada hubungannya Singhasari dengan dua kerajaan ini. 


Sementara ini masih belum diketahui nama kecil Rajasa, apa betul beliau itu Ken Arok? sedangkan nama Ken Arok juga tidak ada di jaman sebelum Pararaton dibuat. Kalau Rajasa ada di naskah Negarakrtagama. Adakah kemungkinan kalau namanya malah Tunggul Ametung, toh kisah Ken Arok, Tunggul Ametung, Ken Dedes, Ken Umang hanya ada di Pararaton. Sama halnya dengan keberadaan tokoh Brawijaya V yang konon katanya adalah raja Majapahit terakhir, yang tidak terdapat keberadaannya baik dalam kekawin maupun prasasti kerajaan. Yang ada malah yang ada adalah Raja Girindrawardana ranawijaya, penggunaan pemberian angka setelah nama raja malah terpengaruh dengan tradisi eropa. 

Semoga saja nanti akan banyak ditemukan data sejarah nusantara. 

http://prawasawekti.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar