Sabtu, 05 September 2020

Tuduhan Islamisasi beriring dengan jatuhnya Majapahit.

Banyaknya orang yang berpegangan dengan SERAT KANDHA yang menyatakan Majapahit runtuh tahun 1400 saka atas serangan Demak. Namun dalam prasasti Jiyu yang berangka tahun 1408saka/1486M menyebutkan paduka cri maharaja cri wilwatiktapura janggala kadiri prabhu natha cri girindrawarddhana nama dyah ranawijaya.

 

Jadi Majapahit masih terus berjalan dalam kekuasaan Shri Girindrawardhana dyah ranawijaya. Berikut juga dengan berita Raden Patah dianggap anak durhaka dan tidak tahu balas budi. Setelah diberi kekuasaan, malah menikam ayahnya sendiri dari belakang. Ia menyerang dan menghancurkan kerajaan Majapahit. Berita sejarah ini, terutama dicatat dalam naskah Dharmogandul dengan tema Sabdopalon. Dikisahkan, Raden Patah dengan kerajaan barunya, yaitu Kerajaan Demak, menyerang Kerajaan Majapahit yang diketahui dipimpin oleh ayah kandungnya sendiri, Prabu Brawijaya V.

 

Brawijaya V ini sudah sangat populer dikalangan masyarakat berikut dengan adanya tuduhan Islamisasi oleh kitab Dharmagandul. Sayangnya nama Brawijaya V tidak ada dalam prasasti maupun kitab seperti kekawin, bahkan Pararaton pun tidak pernah ditemukan nama Brawijaya V. Tidak jarang juga orang menganggap gara gara datangnya agama Islam jadi penyebab runtuhnya kerajaan besar ini. Namun jangan salah Raden Kusen atau Adipati Terung yang notabene seorang muslim pun memihak Majapahit. Begitu juga sosok Gusti Pate atau Pate Vira disebut dalam suma oriental, yang seorang muslim dan berpihak pada Majapahit.

 

Dalam keterangan surat Pigafetta seorang penjelajah tahun 1511

 

Java Maggiore 

In quest' isola 

son Ie maggiori ville. 

La primaria รจ Magepaher, il cui Re, quando viveva, era il maggiore di 

tutti i Re delle isole vicine, e chiamavasi Raia Patiunus"

 

 Jawa Besar

di pulau ini, 

Istana-istana besar

Yang utama adalah Magepaher, yang rajanya, ketika dia tinggal, adalah yang utama semua raja dari pulau pulau dan disebut raia patiunus.

 

 

Dari sini diketahui bahwa terdapat pergeseran kekuasaan kerajaan penguasa, dari semula Majapahit penguasa kerajaan kerajaan kecil menjadi Demak. Majapahit bukan hanya nama kerajaan, namun sebuah symbol kebanggaan, setiap raja yang menguasai jawa disebut juga menguasai Majapahit. Sedangkan diketahui bahwa Pati Unus adalah raja kedua Demak.

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar