Banyaknya orang yang
berpegangan dengan SERAT KANDHA yang menyatakan Majapahit runtuh tahun 1400
saka atas serangan Demak. Namun dalam prasasti Jiyu yang berangka tahun
1408saka/1486M menyebutkan paduka cri
maharaja cri wilwatiktapura janggala kadiri prabhu natha cri girindrawarddhana
nama dyah ranawijaya.
Jadi Majapahit
masih terus berjalan dalam kekuasaan Shri Girindrawardhana dyah ranawijaya.
Berikut juga dengan berita Raden Patah dianggap anak durhaka dan tidak tahu balas budi.
Setelah diberi kekuasaan, malah menikam ayahnya sendiri dari belakang. Ia
menyerang dan menghancurkan kerajaan Majapahit. Berita sejarah ini,
terutama dicatat dalam naskah Dharmogandul dengan tema Sabdopalon. Dikisahkan, Raden
Patah dengan kerajaan barunya, yaitu Kerajaan Demak, menyerang Kerajaan
Majapahit yang diketahui dipimpin oleh ayah kandungnya sendiri, Prabu Brawijaya
V.
Brawijaya
V ini sudah sangat populer dikalangan masyarakat berikut dengan adanya tuduhan
Islamisasi oleh kitab Dharmagandul. Sayangnya nama Brawijaya V tidak ada dalam
prasasti maupun kitab seperti kekawin, bahkan Pararaton pun tidak pernah
ditemukan nama Brawijaya V. Tidak jarang juga orang menganggap gara gara
datangnya agama Islam jadi penyebab runtuhnya kerajaan besar ini. Namun jangan
salah Raden Kusen atau Adipati Terung yang notabene seorang muslim pun memihak
Majapahit. Begitu juga sosok Gusti Pate atau Pate Vira disebut dalam suma
oriental, yang seorang muslim dan berpihak pada Majapahit.
Dalam
keterangan surat Pigafetta seorang penjelajah tahun 1511
Java
Maggiore
In
quest' isola
son Ie
maggiori ville.
La
primaria รจ Magepaher, il cui Re, quando viveva, era il maggiore di
tutti i
Re delle isole vicine, e chiamavasi Raia Patiunus"
Jawa
Besar
di pulau
ini,
Istana-istana
besar
Yang
utama adalah Magepaher, yang rajanya, ketika dia tinggal, adalah yang utama
semua raja dari pulau pulau dan disebut raia patiunus.
Dari
sini diketahui bahwa terdapat pergeseran kekuasaan kerajaan penguasa, dari
semula Majapahit penguasa kerajaan kerajaan kecil menjadi Demak. Majapahit
bukan hanya nama kerajaan, namun sebuah symbol kebanggaan, setiap raja yang
menguasai jawa disebut juga menguasai Majapahit. Sedangkan diketahui bahwa Pati
Unus adalah raja kedua Demak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar