Minggu, 30 Agustus 2020

Sebuah event kecil kami di Candi Kidal.

Haloo....

Kali ini saya akan membagikan pengalaman membuat sebuah event kecil bertema budaya (Jawa) di tahun 2017 kemarin, udah agak lama. namun event tsb sudah membuat kenangan istimewa.

Tema yang kami angkat waktu itu, jelas "kami" karena untuk membuat acara tersebut gak mungkin dilakukan sendiri. Tema tersebut adalah Ruwatan Sukerta, karena tema itu kami anggap penting untuk diangkat mengingat acara semacam itu sudah mulai jarang terlihat di jaman modern seperti ini.

Sebelumnya apakah yang dimaksud ruwatan?

Ruwatan adalah sebuah upaya rasa niat dalam hati untuk menyatakan bertaubat kepada Yang Maha Kuasa, atas dosa yang sudah dilakukan oleh peserta ruwat.

Perlu dicatat bahwa, kebiasaan orang Jawa yang di turunkan oleh nenek moyang adalah berdo'anya orang Jawa itu tidak hanya sebatas mulut, akan tetapi disertai dengan tindakan nyata seperti dilakukannya berbagai macam upacara adat semacam ini.

Dan juga tradisi orang Jawa itu mengandung hubungan antara manusia dengan alam sekitar atau bahasa Arabnya Ukhuwah Makhluqiyyah. Ditandai dengan berbagai macam uborampe (persyaratan) pelengkap semacam Tumpeng, bunga, dupa dll. Banyak sekali orang orang yang salah menafsirkan berbagai tradisi adat, sehingga berbenturan dengan kaidah agama. Ya karena itu tadi, tidak menanyakan kepada yang tahu akan maksud dan tujuan dari adat tsb, tetapi di artikan sendiri dan di distribusikan informasi yang salah tafsir tsb kepada orang orang yang tidak mengerti juga, ya sudah wassalam.

Nah acara ruwatan tadi kami adakan di salah satu situs candi di daerah Malang Jawa Timur, yaitu Candi Kidal tempat pendharmaan Raja Tumapel (Singhasari) ke 2.


Bagus kan? 😂

Nah acara tsb melibatkan banyak pelaku budaya, jadi kami sertakan juga berbagai macam seni budaya dalam pagelaran event tsb. 

Diatas ini cuplikan kegiatan acara tersebut.
semoga kedepannya banyak generasi muda yang terus melestarikan tradisi budaya warisan nenek moyang Nusantara yang begitu istimewanya. Memang terkadang generasi muda awalnya agak gimana gitu mau melaksanakan sebuah aacara budaya, dikarenakan bukan hanya dari orang orang yang belum mengerti maksud dan tujuannya. Bahkan dari sesama pelaku budaya pun ada gesekan kecil, contoh yang kami alami adalah banyak yang menilai Ruwatan itu tidak begini, atau begitu, trus uborampenya harus begini begitu, ribet kalo terlalu memusingkan hal semacam itu, karena apa? Pakem nya banyak sekali. Jadi yang kami pegang adalah niatan kami baik dan yang jelas Yang Maha Kuasa lebih tau. Jadi libas saja. Toh acara kami sukses, dalam artian tidak kurang suatu apapun. Malah dapat surprise yang tidak bisa saya sebutkan disini 😋

Jayalah Nusantara.





1 komentar:

Babad Tanah Jawi Gubahan L. VAN RIJCKEVORSEL 1925

Babad Tanah Jawi naskah yang mempunyai banyak versi. Kali ini bisa berbagi dengan salah satu naskah Babad Tanah Jawi   Gubahan  L. VAN RIJCK...