Haloo....
Kali ini saya akan membagikan pengalaman membuat sebuah event kecil bertema budaya (Jawa) di tahun 2017 kemarin, udah agak lama. namun event tsb sudah membuat kenangan istimewa.
Tema yang kami angkat waktu itu, jelas "kami" karena untuk membuat acara tersebut gak mungkin dilakukan sendiri. Tema tersebut adalah Ruwatan Sukerta, karena tema itu kami anggap penting untuk diangkat mengingat acara semacam itu sudah mulai jarang terlihat di jaman modern seperti ini.
Sebelumnya apakah yang dimaksud ruwatan?
Ruwatan adalah sebuah upaya rasa niat dalam hati untuk menyatakan bertaubat kepada Yang Maha Kuasa, atas dosa yang sudah dilakukan oleh peserta ruwat.
Perlu dicatat bahwa, kebiasaan orang Jawa yang di turunkan oleh nenek moyang adalah berdo'anya orang Jawa itu tidak hanya sebatas mulut, akan tetapi disertai dengan tindakan nyata seperti dilakukannya berbagai macam upacara adat semacam ini.
Dan juga tradisi orang Jawa itu mengandung hubungan antara manusia dengan alam sekitar atau bahasa Arabnya Ukhuwah Makhluqiyyah. Ditandai dengan berbagai macam uborampe (persyaratan) pelengkap semacam Tumpeng, bunga, dupa dll. Banyak sekali orang orang yang salah menafsirkan berbagai tradisi adat, sehingga berbenturan dengan kaidah agama. Ya karena itu tadi, tidak menanyakan kepada yang tahu akan maksud dan tujuan dari adat tsb, tetapi di artikan sendiri dan di distribusikan informasi yang salah tafsir tsb kepada orang orang yang tidak mengerti juga, ya sudah wassalam.
Nah acara ruwatan tadi kami adakan di salah satu situs candi di daerah Malang Jawa Timur, yaitu Candi Kidal tempat pendharmaan Raja Tumapel (Singhasari) ke 2.
Bagus kan? 😂
Nah acara tsb melibatkan banyak pelaku budaya, jadi kami sertakan juga berbagai macam seni budaya dalam pagelaran event tsb.

Jooosss
BalasHapus