Selasa, 08 September 2020

Babad Tanah Jawi Gubahan L. VAN RIJCKEVORSEL 1925

Babad Tanah Jawi naskah yang mempunyai banyak versi. Kali ini bisa berbagi dengan salah satu naskah Babad Tanah Jawi   Gubahan L. VAN RIJCKEVORSEL Directeur Normaalschool Muntilan Dibantu R.D.S. HADIWIDJANA Guru Kweekschool Muntilan Diterbitkan J.B. Wolters U.M. Groningen – Den Haag – Weltervreden – 1925

Naskah yang memakai bahasa Jawa ejaan lama, yang berisi tentang sejarah para Raja yang berkuasa di Tanah Jawa sampai situasi dimana VOC atau Belanda berpartisipasi didalam kehidupan di nusantara sampai tahun 1872.

Cukup menarik karena naskah ini digubah oleh orang Belanda, berawal dari Prabu Ashoka yang berada di negara Pataliputra berlanjut ke kerajaan di nusantara dan sampai ke cerita Pangeran Diponegoro dengan para senapatinya antara lain Sentot Alibasyah, Kiai Maja, Pangeran Mangkubumi hingga akhirnya Pangeran Diponegoro dibuang ke Manado dan sampai wafatnya.

Naskah ini diakhiri dengan penjelasan mengenai Cultuurstelsel atau Kerja Tanam Paksa yang di berlakukan oleh pemerintah Belanda untuk menutup Dana yang di pakai dalam perang Napoleon, Belgia, dan Perang Diponegoro.

Bagi yang mau membaca lengkapnya sudah disediakan di Halaman Naskah.

Naskah ini sudah dirubah kedalam bentuk / format PDF jadi bisa langsung di Download DISINI 

Senin, 07 September 2020

Profil BaSe (Batur Sedulur)

http://prawasawekti.blogspot.com

BaSe adalah wadah bagi sekelompok anak muda yang berusaha untuk menjaga warisan budaya dari leluhur Singhasari dan melestarikan warisan budaya nenek moyang tlatah bhumi Singhasari yang mulai terkikis oleh jaman, dibawah induk organisasi Garudheya Singhasari


http://prawasawekti.blogspot.com


 Usaha melestarikan budaya sebagai wujud sembah bhakti kepada leluhur Singhasari atas anugrah Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah diberikan kepada kami sebagai keturunan putro wayah bhumi Singhasari.

Sementara masih dalam tahap pengembangan karena berbagai keterbatasan atas waktu dan finansial, BaSe mempunyai beberapa divisi antara lain Pencak Silat, Kuda Lumping, Spiritual, dan Literatur.

Semoga BaSe bisa selalu konsisten untuk menjaga warisan budaya dari leluhur agar bisa bertahan ditengah gelombang jaman.

Dari divisi Pencak silat kami mengembangkan Silat tradisional dengan jurus dasar Bango Samparan, jurus ini kami peroleh dengan cara meditasi dan mediumisasi yang akhirnya membuahkan gerakan gerakan dasar. Pencak silat kami memusatkan tokoh idola Bango Samparan karena beliaulah sosok dibalik kesuksesan Ken Angrok, untuk bedah tokoh nya bisa dibaca DISINI


http://prawasawekti.blogspot.com



Untuk divisi Kuda Lumping kami mempunyai kelompok Umbaran Maheso Budhoyo yang berfokus ke jenis Kepang Dor khas Malangan


http://prawasawekti.blogspot.com


Untuk divisi spiritual BaSe menggunakan kajian diri sebagai landasan awal untuk lebih mengenal Jagad Alit atau bawono alit. Dan untuk menyelaraskan sambung rasa kepada leluhur bhumi Singhasari.

http://prawasawekti.blogspot.com


Sebagai divisi terakhir BaSe yakni literatur seperti yang dilakukan dalam blog ini, kami akan berusaha sekuat tenaga untuk mengumpulkan naskah naskah kuno warisan leluhur agar dapat dimanfaatkan oleh generasi penerus atau putro wayah Singhasari khususnya dan Nusantara umumnya. Event pertama kami dan yang paling berkesan bisa disimak DISINI.

Kami yakin jalan BaSe akan penuh perjuangan dan rintangan, tetapi kami akan terus berusaha tulus untuk menjaga warisan leluhur Singhasari.

Sabtu, 05 September 2020

Nusantara keturunan Aswathamma pihak Kurawa

 

Apakah Kalingga Jawa ada hubungan darah dengan Kalingga India, Kalingga adalah sebuah Kerajaan di pantai utara Jawa Tengah di abad 6 masehi. Pada temuan arkeologis  Prasasti Tukmas

  1. kwacit parwwatasānujātā
  2. kwacic chilawaluka nirggateyam
  3. kwacit prakirņna śubhasitatoya sam-
  4. prasutam — … — waganga

 

Memberitakan tentang sebuah mata air seperti sungai Gangga dan menggunakan huruf  palawa berbahasa Sanskrit, dari keterangan ini jelas bahwa Kalingga mengenal benar sungai Gangga. Dari namanya sama hurufnya sama bahasanya sama bias mengarahkan bahwa Kalingga di Jawa berhubungan dekat dengan Kalingga India bahkan memungkinkan berhubungan darah. Dalam Prasasti Sojomerto yang mengatakan Dapunta Selendra mempunyai seorang ayah bernama Santanu dan ibu yang bernama Bhadrawati, sangat kental nuansa Indianya.

 

Dick-Read Dalam bukunya, Penjelajah Bahari, Pengaruh Peradaban Nusantara di Afrika  menyebut di India Selatan jejak pelaut Nusantara bisa ditelusuri hingga era pra Dravida di akhir 500 SM. Suku Tamil menyebut pelaut Nusantara sebagai Ras Naga dengan kano bercadiknya.

 

Sedangkan di India selatan ada sebuah Dinasti Pallava atau Kalingga India Kerajaan Panchala ada lempeng genealogi Kalingga yang menyatakan leluhurnya beristri putri pemimpin kaum ular/ Naga

 

Velurpalaiyam Plates, kurang lebihnya seperti ini.

...darinya (Aśvatthāman) turunlah (datang) Pallava, penguasa seluruh dunia, yang kemashyurannya mencengangkan. Dengan itu, lahirlah keturunan Pallavas... [termasuk anak lelaki Chūtapallava] Vīrakūrcha, nama yang dimuliakan, yang selanjutnya bersama (dengan) anak perempuan sang pemimpin kaum ular (Naga) mengenggam jata kerajaan dan menjadi terkenal.

Dari (mereka) turunlah dinasti Pallawa yang kuat, tak tercela ( vamsavatara) yang mengumpulkan bagian inkarnasi (amsavatara) sang Wisnu, yang ditunjukkan dengan keberanian tak terpatahkan dalam menguasai perputaran dunia,... Dan juga mengumpulkan turunan gangga (gangavatara) yang telah memurnikan dunia

 

Yang menarik nama Aswathama salah satu tokoh dari Epos Mahabharata disebut sebagai leluhur mereka, Jika Nusantara terbukti ada hubungan darah dengan Kalingga India, maka Nusantara juga keturunan Aswathama pihak Kurawa putra rsi Bharadwaja salah satu dari tujuh sapta rsi yang ikut mengarungi banjir bandang dalam Matsya Purana. Banjir bandang yang dikenal dalam agama Abrahamaik dengan Banjir Bandang Nabi Nuh

 

Babad Tanah Jawi Gubahan L. VAN RIJCKEVORSEL 1925

Babad Tanah Jawi naskah yang mempunyai banyak versi. Kali ini bisa berbagi dengan salah satu naskah Babad Tanah Jawi   Gubahan  L. VAN RIJCK...